ANTARGASMEDAN – Aktris Nirina Zubir akhirnya terbuka soal fase berat yang pernah ia alami.
Di balik kesibukan dan citra ceria di layar kaca, Nirina mengaku sempat mengalami burnout hingga merasa kewalahan secara mental.
Kondisi itu membuatnya mengambil keputusan besar: vakum dari pekerjaan selama dua bulan demi memulihkan diri.
Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan emosional, hilangnya motivasi, hingga perasaan hampa akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus.
Dari perjalanan pemulihannya, ada delapan langkah konkret yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengambil jeda total dari rutinitas
Dikutip dari Verywell Mind, jeda singkat seperti teknik pernapasan atau menjauh sementara dari sumber stres dapat menenangkan sistem saraf. Nirina memilih jeda panjang selama dua bulan, sebagai bentuk memberi ruang bagi diri sendiri tanpa rasa bersalah.
2. Bergerak pelan untuk memulihkan energi
Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan terbukti meningkatkan suasana hati dan energi. Nirina mulai kembali bergerak perlahan seiring kondisi mentalnya membaik.
3. Menjaga pola makan seimbang
Asupan buah, sayur, dan biji-bijian membantu menurunkan kelelahan emosional serta memperbaiki kualitas tidur. Pola hidup yang lebih teratur menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan.
Di tengah upaya merawat diri, hal-hal sederhana seperti memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi juga berperan menjaga ketenangan pikiran.
Bagi masyarakat Medan, layanan Antar Gas Medan menjadi solusi praktis untuk pengantaran gas tanpa ribet, sehingga energi bisa difokuskan pada pemulihan dan keluarga.
4. Menerapkan mindfulness dan teknik pernapasan
Meditasi dan breathwork dinilai efektif meredakan stres. Verywell Mind menyebut teknik ini sangat membantu saat seseorang merasa “kosong” dan kehilangan arah, seperti yang sempat dirasakan Nirina.
5. Mencari bantuan profesional
Menurut Mayo Clinic dan WHO, terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) serta konsultasi medis sangat dianjurkan dalam pemulihan burnout. Nirina mengaku awalnya ragu, namun akhirnya berani melangkah untuk mendapatkan bantuan yang tepat.
6. Menetapkan batasan kerja
Belajar mengatakan “tidak”, mengatur ulang jadwal, dan memisahkan urusan kerja dari rumah menjadi kunci penting. Hal ini terasa relevan karena Nirina sempat menangani empat proyek besar dalam waktu bersamaan.
7. Berbagi cerita dengan orang terdekat
Curhat dan berbagi perasaan dapat meringankan beban mental. Nirina menyebut peran suaminya, Ernest Prakasa, serta sahabat-sahabatnya sangat signifikan dalam proses pemulihannya.
8. Menerima bahwa pulih butuh waktu
Burnout bukan kondisi yang bisa disembuhkan secara instan. Memberi waktu, bersikap lebih lembut pada diri sendiri, dan tidak memaksakan produktivitas menjadi langkah terakhir yang tak kalah penting.
Kisah Nirina Zubir menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Saat tubuh dan pikiran diberi ruang untuk pulih, kualitas hidup pun perlahan kembali membaik.



