ANTARGASMEDAN – Ramadan 2026 menjadi momen refleksi bagi banyak orang, termasuk bagi Luna Maya. Di usia yang semakin matang, aktris dan model papan atas ini mulai semakin selektif dalam memilih menu berbuka puasa. Jika dulu gorengan menjadi salah satu santapan favorit saat adzan Maghrib berkumandang, kini ia justru memilih untuk menghindarinya.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Luna mengaku perubahan pola makan ini dipengaruhi faktor usia sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jangka panjang.
Tak sendiri, sang kekasih, Maxime Bouttier, ternyata memiliki pandangan serupa. Pasangan selebriti ini kompak memilih menu berbuka yang lebih ringan dan sehat selama bulan suci.
Tinggalkan Gorengan, Pilih Menu Lebih Ringan
Berbuka puasa dengan gorengan memang sudah menjadi kebiasaan banyak masyarakat Indonesia. Namun bagi Luna Maya, kebiasaan tersebut kini mulai ditinggalkan.
Ia mengaku lebih memilih menu sederhana seperti kurma dan teh hangat sebagai pembuka puasa. Setelah itu, makanan yang dikonsumsi pun cenderung ringan, seperti buah-buahan segar dan hidangan kukus yang tidak berminyak.
“Sekarang lebih sadar saja, kalau kebanyakan gorengan rasanya badan cepat tidak enak,” ungkap Luna.
Menurutnya, perubahan metabolisme tubuh seiring bertambahnya usia membuatnya harus lebih bijak memilih makanan. Jika dulu masih bisa bebas menyantap gorengan tanpa efek berarti, kini ia lebih merasakan dampaknya terhadap tubuh.
Maxime Bouttier pun memiliki selera yang sama. Aktor tersebut juga tidak terlalu menyukai makanan berminyak saat berbuka. Kesamaan pola makan ini membuat keduanya lebih mudah menjaga konsistensi selama Ramadan.
Persiapan Buka Puasa Lebih Terencana
Selain memilih menu sehat, Luna juga memastikan persiapan dapur berjalan lancar selama Ramadan. Ia menyadari, momen berbuka puasa sering kali menjadi waktu yang paling sibuk di rumah.
Karena itu, ketersediaan bahan makanan dan kebutuhan dapur menjadi hal penting yang tidak boleh terlewat, termasuk memastikan stok gas selalu aman.
Bagi masyarakat Medan dan sekitarnya, layanan antar gas Medan bisa menjadi solusi praktis agar aktivitas memasak tidak terganggu, terutama saat menjelang waktu berbuka atau sahur. Dengan layanan antar yang cepat dan tepat waktu, kebutuhan dapur bisa terpenuhi tanpa harus keluar rumah di jam sibuk Ramadan.
Dengan persiapan yang matang, suasana berbuka pun menjadi lebih nyaman dan bebas dari kepanikan.
Faktor Usia dan Kesadaran Kesehatan
Memasuki usia 40-an, Luna Maya semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Perubahan pola makan menjadi salah satu langkah konkret yang ia lakukan. Mengurangi gorengan, membatasi makanan tinggi minyak, serta memperbanyak konsumsi makanan segar menjadi bagian dari komitmennya menjalani gaya hidup sehat.
Tak hanya dari sisi makanan, Luna juga rutin berolahraga dan menjaga pola tidur. Baginya, kesehatan adalah investasi jangka panjang.
“Kalau dari muda tidak dijaga, nanti saat tua pasti terasa dampaknya,” ujarnya.
Terinspirasi dari Sang Ibu yang Tetap Bugar di Usia 80 Tahun
Salah satu motivasi terbesar Luna dalam menjaga kesehatan adalah sosok sang ibunda. Di usia 80 tahun, ibunya masih aktif, mandiri, dan memiliki kondisi fisik serta mental yang baik.
Melihat langsung bagaimana sang ibu menjalani hidup dengan seimbang menjadi inspirasi tersendiri. Pola hidup sehat yang diterapkan sang ibu sejak muda kini membuahkan hasil.
Di usia yang oleh sebagian orang dianggap tidak lagi produktif, ibunda Luna justru tetap bugar dan mampu beraktivitas secara mandiri.
Pengalaman tersebut membentuk pandangan Luna tentang masa depan. Ia tak ingin hanya berumur panjang, tetapi juga ingin tetap aktif dan tidak bergantung pada orang lain.
Ramadan Jadi Momentum Perbaikan Diri
Bagi Luna Maya, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbaiki diri, termasuk dalam pola makan.
Menu buka puasa yang ia pilih cenderung sederhana: kurma sebagai sumber energi alami, teh hangat untuk membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa, serta makanan kukus atau berkuah ringan sebagai menu utama.
Menurutnya, pola makan seperti ini membuat tubuh terasa lebih ringan dan nyaman saat menjalani ibadah malam.
Ia juga menegaskan bahwa hidup sehat bukan hanya demi diri sendiri, tetapi demi keluarga dan orang-orang terdekat.
“Kalau kita sehat, orang-orang di sekitar juga ikut tenang,” katanya.
Dengan komitmen tersebut, Ramadan 2026 menjadi momen bagi Luna Maya untuk semakin konsisten menjalani gaya hidup sehat, meninggalkan gorengan, dan memilih pola makan yang lebih seimbang demi kualitas hidup di masa depan.



