Jelajah Wisata Kuliner Halal Non-Mainstream di Medan Saat Liburan Akhir Tahun 2025

wisata kuliner halal
Mie Balap Petisah, salah satu destinasi wisata kuliner halal khas Medan yang populer saat liburan akhir tahun. (Youtube: @MuhammadHanifHasballah)

ANTARGASMEDAN – Medan, ibu kota Sumatera Utara, kembali menjadi magnet bagi wisatawan Muslim yang berburu wisata kuliner halal akhir tahun.

Selain kawasan populer seperti Kesawan dan Merdeka Walk, ada sejumlah warung dan rumah makan otentik yang kini mulai ramai disinggahi karena rasa autentik, halal, dan ramah kantong.

Tak hanya itu, bagi Anda yang menginap di Medan, momen liburan juga makin praktis dengan hadirnya antar gas Medan. Layanan ini menawarkan pengiriman elpiji cepat ke hotel, penginapan, atau rumah dengan diskon akhir tahun dan bebas ongkir di area tertentu.

Berikut rekomendasi kuliner halal legendaris yang wajib masuk daftar jelajah Anda seperti yang dilansir dari Topikseru.com.

Soto Sinar Pagi – Legenda Soto Melayu Halal Sejak 1960

Soto Sinar Pagi mungkin tidak seviral kedai kekinian, namun rumah makan ini konsisten mempertahankan kualitas sejak 1960.

Soto Medan bergaya Melayu di sini hadir dengan kuah santan bening kekuningan, aroma rempah halus, dan potongan daging sapi empuk yang kaya bumbu.

Satu porsi soto biasanya disajikan bersama perkedel, emping, dan sambal merah segar.

Topping dagingnya tebal dan lembut, sehingga jauh dari kesan pelit isi.

Soto ini digemari sebagai menu sarapan karena gurihnya pas dan tetap ringan di perut.

Wisatawan yang ingin menikmati sarapan tanpa antre panjang kerap menjadikan tempat ini pilihan pertama saat libur akhir tahun.

Mie Balap Petisah – Ikon Kuliner Halal Kaki Lima yang Hangat & Beraroma Khas Medan

Di kawasan pasar Petisah, mie balap halal tetap jadi favorit wisatawan Muslim yang ingin merasakan pengalaman makan kaki lima khas Medan.

Warung mie balap di sini hanya menyajikan topping ayam atau daging sapi tanpa seafood.

Justru, perpaduan bumbunya jadi highlight utama: gurih, hangat, dan punya aroma khas yang kuat.

Telur mata sapi setengah matang dengan taburan garam menjadi gaya penyajian yang paling disukai.
Momen kuning telur meleleh di atas mie panas sering menjadi konten visual yang menarik di media sosial.

Porsi jumbo juga banyak dipesan, terutama di pagi hari saat udara Desember terasa dingin.
Sensasi hangat dari mie balap ini membuat pengalaman sarapan terasa lebih berkesan.

Nasi Goreng Semalam Suntuk – Sentuhan Minang dengan Karakter Bumbu Medan yang Medok

Mengusung nama Minang, kedai Nasi Goreng Semalam Suntuk justru lebih “Medan banget” dari sisi rasa.

Nasi digoreng hingga butirannya kering namun tetap pulen, dengan bumbu dominan terasi yang tegas dan profil pedas ringan.

Menu best seller di sini adalah nasi goreng daging sapi + telur mata sapi setengah matang yang disiram semur.

Dagingnya tebal dan empuk, tanpa gimmick, dan disajikan melimpah.

Dengan harga sekitar Rp25.000 per porsi, pengunjung sudah mendapatkan isian daging yang mengenyangkan, terutama setelah seharian keliling kota.

Lokasinya berada tepat di depan Istana Maimun, menjadikannya spot strategis bagi wisatawan yang ingin makan sambil menikmati suasana kota tua Medan.

Mie Aceh Titi Bobrok – Halal, Legendaris, & Porsi Menggunung

Berdiri sejak 1996, Mie Aceh Titi Bobrok menjadi salah satu kedai mie Aceh halal yang berstatus legenda, namun tetap underrated di tingkat nasional.

Mie kuning berwarna oranye pekat disajikan dengan daging sapi empuk, kol, tomat, tauge, acar timun, jeruk nipis, dan kerupuk.

Porsinya menggunung, membuatnya jadi buruan wisatawan yang ingin makan kenyang dan hemat.

Rasa bumbunya masih 80% berciri khas Aceh, namun sudah beradaptasi dengan karakter Medan, menghasilkan perpaduan rasa yang unik dan berbeda dari mie Aceh di daerah asalnya.

Menu seafood juga tersedia, tetap halal, dan menggunakan udang besar, bakso ikan, atau telur yang menyelimuti mie.

Pengunjung malam hari kerap memadati kursi, terutama saat liburan panjang akhir tahun.

Lontong Kak Lin – Sarapan Kuah Santan Halal yang Otentik & Konsisten

Bagi Anda yang ingin sarapan manis-gurih ringan, Lontong Kak Lin bisa menjadi opsi.

Lontong disajikan dengan kuah santan kental, labu siam, dan bumbu kuning khas Medan. Telur dan ayam bisa ditambahkan sesuai selera.

Meski tidak viral, rasa rempahnya stabil, aromanya tajam, dan porsinya konsisten.

Dialog spontan antara penjual dan pembeli di sini sering menjadi daya tarik konten lokal karena kental dengan intonasi khas Medan.

Antar Gas Medan – Solusi Praktis untuk Wisatawan yang Menginap

Selain menikmati kuliner, kebutuhan elpiji saat menginap di Medan kini makin mudah.

Layanan antar gas Medan menyediakan pengiriman elpiji 3 kg dan 12 kg dengan proses cepat.

Ada diskon spesial akhir tahun, layanan 24 jam, dan gratis ongkir untuk area tertentu seperti Medan Kota, Petisah, dan sekitarnya.

Pesanan juga bisa dikirim ke hotel dan penginapan, cocok bagi wisatawan yang butuh gas mendadak untuk memasak ringan atau sekadar rebus air hangat di malam hari.

Medan selalu punya cerita kuliner halal yang menarik untuk dijelajahi, terutama di momen liburan akhir tahun 2025.

Dari soto Melayu legendaris, mie balap kaki lima yang ikonik, nasi goreng Minang-Medan style, hingga mie Aceh yang porsinya menggunung—semua menghadirkan pengalaman rasa otentik, halal, dan hemat.

Bagi Anda yang sedang menginap, jangan lupa manfaatkan promo antar gas Medan 24 jam untuk kebutuhan elpiji cepat, praktis, dan bebas antre.

Liburan pun jadi lebih tenang, kenyang, dan efisien.

Selamat berburu wisata kuliner halal Medan dan sambut tahun baru dengan perut bahagia